APINDO SUMBAR : http://apindo-sumbar.or.id

Online version: http://apindo-sumbar.or.id/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=&artid=101




Soal Investasi, Sumbar Nomor Dua Pincit
Penulis :
Released : Kamis, 18 September 2014 21:01:49

Singgalang. Dinilai salah memasarkan potensi Provinsi Sumatera Barat, makanya investasi masih minim. Hasil evaluasi BKPM RI, Sumbar jauh kalah dari provinsi lainnya di Sumatera.
Di lain pihak, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sumbar, Masrul Zein menanggapi hasil evaluasi tersebut.
Menurutnya, Sumbar tidak mengejar target yang ditetapkan pusat, melainkan sesuai dengan target sendiri. Begitu juga dengan nilai investasi, potensi investasi tiap provinsi pasti berbeda di Sumatera.

Semula, dari informasi yang diberikan Kepala Bidang Pelayanan dan Pengendalian BKPMD Sumbar, Rizaldi Algamar pada Singgalang, secara keseluruhan penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) di Sumbar pada 2013 hanya Rp1,2 triliun. Jumlah itu kalah jauh dari daerah lainnya di Pulau Sumatera. Bahkan, Sumbar hanya menempati posisi nomor dua terakhir di atas Bengkulu. Di sisi lain Riau telah jauh mampu merealisasikan investasi nya sampai Rp12 triliun.

“Ini memiriskan kita, apalagi pada 2015 mendatang Indonesia akan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), sedang investasi kita masih terseok-seok,” ujarnya, Rabu (17/9). Dikatakan, mestinya kondisi itu menjadi peringatan bagi Pemprov Sumbar agar dapat mencari terobosan baru untuk mewujudkan investasi yang nyata. Dengan demikian, dapat meningkatkan minat investasi di daerah ini.

Menurutnya, ada kesalahan yang telah dilakukan dalam promosi potensi Sumbar. Walaupun upaya promosi ke luar negeri cukup sering, namun Sumbar salah memilih pasar, sehingga hasil promosi keluar negeri yang cenderung masif, justru tidak menghasilkan apa-apa

“Sepertinya kita selama ini hanya aji mumpung saja dalam memasarkan potensi Sumbar, sehingga hasilnya tidak ada dan terkesan hura-hura,” ujarnya.
Pria yang biasa disapa Anja ini menilai dengan potensi pariwisata dan panas bumi, Sumbar mestinya memasarkan potensi itu ke Asia Timur seperti China, Korea dan Jepang. Bukan ke Amerika atau Eropa. Akhirnya peminat tidak ada, investasi menjadi sangat minim.

“Hal itu diperparah dengan kondisi pejabat yang ada di BKPMD sudah banyak yang karatan, sehingga tidak ada inovasi serta kreativitas mencari peluang investasi,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Masrul menilai apa yang disampai Anja tidak benar. Katanya tidak pernah BKPM RI memberikan evaluasi. Menurutnya, tidak dapat satu provinsi disamakan dengan provinsi lain potensi investasinya. Karena tiap daerah memiliki kelebih tersendiri.

“Mana mungkin Sumbar dibandingkan dengan Riau. Riau potensi kebunnya sangat luas, potensi mineralnya sangat banyak. Apa tepat dibandingkan dengan Sumbar untuk mencari lahan 100 hektar satu hamparan saja susahnya alang ke palang,” sebut Masrul.
Diakuinya, informasi yang disampaikan itu tidak benar. Bahkan, dari target yang ditetapkan Pemprov Sumbar, nilai investasi Sumbar 2013 melebihi 300 persen. “Angkanya saya lupa, yang jelas sesuai target Sumbar hasilnya mencapai 300 persen,”sebut Masrul. (401/107)

Singgalang September 18, 2014