APINDO SUMBAR : http://apindo-sumbar.or.id

Online version: http://apindo-sumbar.or.id/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=&artid=76




APINDO Sosialisasikan CEPA Indonesia-Uni Eropa kepada Asosiasi Industri
Penulis : dewi
Released : Senin, 13 Agustus 2012 11:08:25

Written by www.jaringnews.com  
Friday, 10 August 2012 14:10

JAKARTA, Jaringnews.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Uni Eropa menggelar sosialisasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa kepada asosiasi-asosiasi industri di Indonesia, di Jakarta, Rabu (8/8/2012).

Siaran pers APINDO hari ini menjelaskan bahwa, ada 35 perwakilan asosiasi industri barang dan jasa mendapat kesempatan berdialog langsung dengan perwakilan pemerintah Uni Eropa dan Indonesia tentang perjanjian ekonomi yang akan mulai dinegosiasikan kedua pihak November nanti.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum DPN APINDO, Sofjan Wanandi, mengingatkan agar Indonesia perlu belajar dari pengalaman buruk kerja sama dengan ASEAN China Free Trade Agreement (CAFTA). Kata dia, perjanjian tersebut terlalu menitikberatkan pada akses pasar, sehingga menyebabkan membanjirnya produk China yang banyak memukul pengusaha dalam negeri.

"Hal semacam ini tidak boleh terulang lagi dalam CEPA antara Indonesia dan Uni Eropa," ujarnya.

Untuk ini, Sofjan menghimbau para pengusaha untuk aktif memberikan masukan kepada pemerintah tentang hal-hal yang harus diperhatikan dalam negosiasi CEPA. Hanya dengan begitu, lanjutnya, kepentingan pengusaha akan terakomodasi dalam CEPA antara kedua negara.

"Masukan dari asosiasi-asosiasi industri akan dihimpun menjadi rekomendasi yang akan kami sampaikan kepada pemerintah sebagai bahan negosiasi CEPA antara Indonesia dan Uni Eropa. Negosiasi sendiri rencananya akan dimulai November mendatang ketika presiden kedua negara bertemu di Bali,” terang Sofjan.

Sementara, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam, dan ASEAN, Julian Wilson, menyoroti kondisi perdagangan dan investasi Indonesia-Uni Eropa yang sangat berpotensi untuk ditingkatkan.

"Uni Eropa adalah mitra dagang terbesar ketiga bagi Indonesia. Meskipun Uni Eropa sedang dilanda krisis ekonomi, ekspor-impor antara Indonesia dengan Uni Eropa masih tumbuh, di mana, sekarang nilainya telah mencapai USD 30 miliar," kata dia.

Indonesia sendiri, menurutnya, mengalami surplus perdagangan sebesar USD 8 miliar per tahun. Meski demikian, nilai perdagangan ini masih lebih kecil dibanding Singapura, yakni sebesar USD 65 miliar, Malaysia USD 45 miliar, dan Thailand USD 40 miliar.

"Uni Eropa sedang melakukan diversifikasi ke pasar-pasar baru, tetapi menginginkan dijalinnya CEPA untuk mengamankan akses jangka panjang ke Uni Eropa," tuturnya.

(Pio / Pio)