Login
Username:

Password:

  Registrasi?

Cerita JK Soal Perusahaan Tambang yang Khawatir Ekspor Emasnya 'Ketahuan'

Oleh Anonim
Rabu, 12 Nopember 2014 10:30:36 Klik: 461 Cetak: 92 Kirim-kirim Print version download versi msword
Klik untuk melihat foto lainnya...

detikfinance, Jakarta -Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) sempat ditanya oleh delegasi kamar dagang AS, soal komitmen pemerintah Indonesia terhadap sektor swasta. Mendapat pertanyaan tersebut, JK menegaskan, pemerintah akan mendorong pelaku swasta yang taat aturan, dan sebaliknya bertindak tegas bagi pelaku usaha yang tak patuh dengan aturan main.

"Saya ditanya sama kamar daging dari AS. Pandangan pemerintah terhadap private sector. Saya berkata, selama anda berusaha sesuai aturan, silakan nggak ada tanya-tanya lagi," tegas JK di depan nasabah Bank Permata dalam acara 'Economic Outlook Bank Permata' di Hotel Four Seasons, Jakarta, Rabu (12/11/2014).

Sejak awal tahun ini, pemerintah memang menerapkan larangan ekspor bahan tambang mentah, sesuai UU tentang mineral batu bara. Namun kalangan perusahaan tambang dari AS sempat protes, di sisi lain pemerintah mendesak mereka segera membangun pabrik olahan mineral (smelter) di dalam negeri.

"Kita ingin lebih tegas pada siapa pun dalam rangka kemampuan kita mengolah sumber daya alam. Banyak perusahaan tambang yang tidak mau atau lambat membangun smelter," katanya.

Ia menduga, lambannya para perusahaan tambang membangun smelter karena ada kekhawatiran, bahwa praktik mereka selama ini yang mengekspor hasil tambang mentah tak lagi nyaman, karena dengan adanya ketentuan wajib mengolah tambang di dalam negeri, maka hasilnya produksi tambang lebih transparan.

"Kita kemudian mengambil kesimpulan, kenapa mereka. Karena apabila dikontrol ketahuan berapa dia ekspor, berapa dia punya emas," katanya

JK menegaskan, pemerintah akan tegas terhadap kepentingan negara terutama dalam meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

"Tapi kalau dikelola di Indonesia memberikan revenue, memberikan nilai tambah, memberikan lebih banyak. Harus tegas kita. Take it or leave it," katanya.(hen/dnl)
Zulfi Suhendra - detikfinance

 
Berita Berita Nasional Lainnya
. Buruh Minta Upah Rp 3,5 Juta, Rapat Penetapan UMP DKI Jakarta 2015 Kembali Buntu
. Pengusaha Usulkan Kenaikan Solar Rp 3.000 per Liter
. Upah Buruh Singapura Tertinggi di ASEAN, Bagaimana Dengan RI?
. UKM bakal dilibas pasar bebas ASEAN

Fatal error: Cannot redeclare themeplugin() (previously declared in /home/apindo/public_html/themes/apindo/theme.php:7) in /home/apindo/public_html/themes/apindo/theme.php on line 46