Login
Username:

Password:

  Registrasi?

Buruh Minta Biaya Pijat Masuk Komponen Hidup Layak

Oleh Anonim
Jumat, 24 Oktober 2014 20:51:13 Klik: 509 Cetak: 104 Kirim-kirim Print version download versi msword

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengungkapkan, komponen hidup layak (KHL) yang diminta para buruh semakin banyak. Pada awalnya pengusaha sudah membatasi 60 KHL, tetapi buruh meminta 84 KHL.

Sarman memaparkan, salah satu KHL yang diminta adalah biaya pijat. Alasannya, para buruh merasa pegal setelah bekerja seharian. "Sekarang mereka pegal-pegal, butuh tukang pijat," ujar Sarman, di Hotel JS Luwansa, Jumat (24/10/2014).

Selain itu, Sarman memaparkan, biaya ongkos naik angkutan umum juga dimasukkan ke dalam KHL. Para buruh mengatakan, ongkos tersebut untuk bepergian mengunjungi teman dan saudaranya yang akan menikah atau acara keluarga.

"Mereka bilang kita pekerja sosial, mau ke tempat teman kawinan enggak ada ongkos, ongkos sosial," ungkap Sarman.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Jakarta itu melihat penambahan KHL hanya mempermalukan pekerja Indonesia di mata investor asing. Pasalnya, banyak kebutuhan yang tidak mendasar, tetapi dituntut seperti hal di atas. (Adiatmaputra Fajar Pratama)


JAKARTA, KOMPAS.com

 
Berita Berita Lainnya
. Hillary Clinton Terang-terangan Akui ISIS Buatan Amerika
. Tanpa Sertifikasi, Tenaga Kerja Indonesia Kalah Bersaing
. Selain Uang Pijat Refleksi, Buruh Juga Minta Uang Kondangan
. JK: Upah Buruh di Tiongkok US$ 400/Bulan, RI US$ 200/Bulan
. Ini yang Bikin Ahok Gebrak Meja Saat Rapat dengan Buruh
. BI Minta Kenaikan Harga BBM Jangan Bertahap
. YLKI Tak Masalah Harga BBM Naik, Asal Stok Aman
. Buruh Tolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi, Ini Sikap Pengusaha

Fatal error: Cannot redeclare themeplugin() (previously declared in /home/apindo/public_html/themes/apindo/theme.php:7) in /home/apindo/public_html/themes/apindo/theme.php on line 46