Login
Username:

Password:

  Registrasi?

Ini yang Bikin Ahok Gebrak Meja Saat Rapat dengan Buruh

Oleh Anonim
Kamis, 23 Oktober 2014 20:41:03 Klik: 687 Cetak: 233 Kirim-kirim Print version download versi msword

Jakarta, detikfinance. (23/10/2014) perwakilan serikat pekerja/buruh DKI Jakarta bertemu langsung dengan Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat.

Ada beberapa pembicaraan antara pihak perwakilan buruh dengan Ahok, termasuk soal Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di DKI lebih rendah daripada Kabupaten Tangerang, Banten. Persoalan membandingkan KHL ini lah yang membuat Ahok sempat gebrak meja saat bertemu buruh.

"Masih sekitar kualitas KHL (Kebutuhan Hidup Layak)," ungkap Anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Dedy Hartono kepada detikFinance, Kamis (23/10/2014).

Saat pertemuan tersebut, Dedy menceritakan soal sikap Ahok yang kesal terkait perilaku buruh dan pengusaha yang sering kali konflik saat penetapan upah minimum provinsi (UMP).
Bahkan Dedy mengatakan gaya bicara Ahok agak tinggi terhadap buruh, ketika mereka mencoba membandingkan metode hitung KHL DKI Jakarta dengan Kabupaten Tangerang.

"Jadi Pak Ahok juga agak kesal dan bernada tinggi, ada sedikit salah paham kita membandingkan hasil survei yang terjadi di Tangerang," katanya.

Menurut Dedy, Ahok mengungkapkan metode hitung item KHL antara DKI Jakarta dan Kabupaten Tangerang berbeda. Misalnya soal daging, dalam item KHL daging DKI Jakarta dihitung atas dasar rata-rata harga daging sapi dan daging ayam sebesar Rp 47.000 per bulan.

 

Sementara di Kabupaten Tangerang item daging hanya dihitung daging sapi dengan harga Rp 75.000 per bulan. Selain daging, rumitnya penentuan KHL di DKI Jakarta juga dialami pada komponen item KHL lainnya seperti buah-buahan, sayuran, makanan, dan minuman.

Keinginan buruh DKI Jakarta mencoba membandingkan dengan Kabupaten Tangerang bukan tanpa sebab. Mereka beralasan bila KHL Kabupaten Tangerang Februari-Oktober 2014 dihitung Rp 2,6 juta, sedangkan DKI Jakarta hanya Rp 2,3 juta.

Namun dikatakan Dedy, Ahok meminta buruh berpikir realistis karena DKI Jakarta mempunyai metode hitung item KHL sendiri.

"Masalahnya di DKI perhitungan item KHL ada tambahan variabel lain yang disepakati dewan pengupahan," jelasnya.

Sebelumnya Ahok menegaskan tidak akan memenuhi tuntutan buruh untuk menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2015 sebesar 30%. Ahok menegaskan tak mau menaikkan UMP 30% hanya demi popularitas, dan tak masalah UMP provinsi lain (kota/kabupetan sekitar) lebih tinggi daripada DKI Jakarta.

"Kalau saya bilang lebih rendah bukan berarti jadi kegagalan. Kalau kita bisa menekan inflasi kebutuhan pokok di Jakarta, otomatis kebutuhan hidup layak lebih murah dibanding di daerah lain,” kata Ahok Selasa lalu.

Wiji Nurhayat – detikfinance  Kamis, 23/10/2014

 
Berita Berita Lainnya
. Hillary Clinton Terang-terangan Akui ISIS Buatan Amerika
. Tanpa Sertifikasi, Tenaga Kerja Indonesia Kalah Bersaing
. Buruh Minta Biaya Pijat Masuk Komponen Hidup Layak
. Selain Uang Pijat Refleksi, Buruh Juga Minta Uang Kondangan
. JK: Upah Buruh di Tiongkok US$ 400/Bulan, RI US$ 200/Bulan
. BI Minta Kenaikan Harga BBM Jangan Bertahap
. YLKI Tak Masalah Harga BBM Naik, Asal Stok Aman
. Buruh Tolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi, Ini Sikap Pengusaha

Fatal error: Cannot redeclare themeplugin() (previously declared in /home/apindo/public_html/themes/apindo/theme.php:7) in /home/apindo/public_html/themes/apindo/theme.php on line 46