Berita
 

Konflik Carrefour, Nasib Tenaga Kerja Belum Jelas

Oleh helma
Jumat, 28 Agustus 2009 09:11:49 Klik: 2614 Cetak: 169 Kirim-kirim Print version download versi msword
PALEMBANG - Terlepas dari konflik yang dialami PT Carrefour Indonesia (Carrefour PS) dengan pemilik gedung PT BJLS, Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Kota Palembang (Disnaker) Pemkot Palembang, tetap mengharapkan kedua pihak harus memikirkan kejelasan nasib 640 tenaga kerja Carrefour.

Kadisnaker Pemkot Palembang, Aidin, didampingi Kepala Seksi (Kasi) Perselisihan Hubungan Industrial, Herman Yunani, mengungkapkan bahwa nasib tenaga kerja yang ada di Carrefour PS harus ada jaminan dari perusahaan. "Disnaker berharap hubungan keduanya tetap berjalan dan perusahaan bisa menjamin semua hak karyawan. Tapi itu semua tergantung dari musyawarah perusahaan," ungkapnya.

Karena hingga saat ini, sambungnya, pihak Disnaker Palembang belum mendapatkan informasi soal kejelasan dari nasib tenaga kerja di Carrefour PS tersebut. Karena belum ada pernyataan dari Top manajer PT Carrefour Indonesia yang datang langsung ke Palembang. Kalaupun pada akhirnya nanti harus selesai dengan hasil yang buruk, perusahaan menyelesaikan hak-hak karyawan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku pada UU No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenaga Kerjaan. " Seperti pesangon dan hak-hak pekerja lainnya. Disnaker sendiri tidak mencampuri konflik mereka, yang kami tengahi ini soal tenaga kerja," sambungnya.

Ketika tim dari Disnaker Palembang memantau aktivitas di Carrefour PS siang ini, semua masih berjalan normal. Seluruh karyawan masih menjalankan aktivitas kerjanya seperti biasa. Bahkan rencana akan ada demonstrasi moril yang dilakukan karyawan Carrefour PS ke kantor Pemprov Sumsel dan kantor DPRD TK I Sumsel mendadak batal.

Coorporate Affair Director Carrefour, Irawan D Kadarman, juga belum bisa memberikan kepastian terhadap 640 tenaga kerja digerai Carrefour PS. "Yang pasti karyawan akan kami jaga, karena itu aset kami. Kami juga tidak ingin berspekulasi. Bahkan sudah menghadap Walikota Palembang dan tanggapan Pak Wali sebaiknya ada titik temu antara pemiliki gedung dan pihak Carrefour," imbuhnya.

Irawan sedikit menggambarkan kondisi Carrefour PS ini sama seperti di Jakarta Utara. Pada 30 April dan 24 Juli 2009 terjadi aksi demonstrasi yang menyuarakan agar masyarakat tidak berbelanja di Carrefour PS.

"Ini merupakan lanjutan dari apa yang kami alami di Jakarta Utara Mega Mall, Pluit, yang pada tahun 2007 juga ada perubahan pemilik saham, disana pada 27 Mei listrik dipadamkan  akhir Juli 300 masa mengosongkan, tapi di Jakarta ini sebagian Tenaga Kerja dapat diserap kesebagian gerai lain," pungkasnya.
nara sumber :
(Muhammad Uzair/Koran SI/mbs)

 
Berita Tenaga Kerja Lainnya
. Banyak Perusahaan Belum Ikut Jamsostek
. Tenaga Kerja Petakan !!!
. Order 1.200 TKI ke Sumbar
. Pengusaha Siap Bayar THR Tepat waktu
. Cuti Habis, PNS Tidak Boleh Ikut Cuti Bersama Lebaran-Natal
. Dikomplain Pengusaha, Cuti Bersama 2009 Makin Sedikit
. Pembangunan Pabrik Tuban IV Serap 2.500 Tenaga Kerja
. Disnaker Pekanbaru Gelar Expo Bursa Tenaga Kerja
. Jasa Marga Atasi Kelangkaan Uang Receh
. Krisis Ekonomi, AS Persulit Akses ke Pasar Tenaga Kerja
Table 'apindo_pakakin.mod_publisher_komentar' doesn't exist