Login
Username:

Password:

  Registrasi?

Warga Asing Dilarang Jadi CEO

Oleh dewi
Jumat, 27 Juli 2012 15:08:37 Klik: 811 Cetak: 248 Kirim-kirim Print version download versi msword

 VIVAnews - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi melarang tenaga kerja asing menduduki kepala eksekutif korporat (CEO) di perusahaan berbadan hukum Indonesia.

Larangan ini seiring keluarnya Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 40 Tahun 2012, tentang Jabatan-jabatan Tertentu yang Dilarang Diduduki Tenaga Kerja Asing yang ditandatangani pada 29 Februari.

Keluarnya keputusan menteri ini merupakan tindak lanjut dari Pasal 46 Undang-undang No.13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Pasal itu berbunyi: Tenaga kerja asing dilarang menduduki jabatan yang mengurusi personalia dan/atau jabatan-jabatan tertentu.

Jadi Kementerian tak hanya melarang CEO asing, tapi juga beberapa posisi penting lain. Total jumlahnya mencapai 19 posisi. Berikut daftarnya:

1. Direktur Personalia

2. Manajer Hubungan

3. Manajer Personalia

4. Supervisor Pengembangan Personalia

5. Supervisor Perekrutan Personalia

6. Supervisor Penempatan Personalia

7. Supervisor Pembinaan Karir Pegawai

8. Penata Usaha Personalia

9. Kepala Eksekutif Korporat (CEO)

10. Ahli Pengembangan  Personalia dan Karir

11. Spesialis Personalia

12. Penasehat Karir

13. Penasehat tenaga Kerja

14. Pembimbing dan Konseling Jabatan

15. Perantara Tenaga Kerja

16. Pengadministrasi  Pelatihan Pegawai

17. Pewawancara Pegawai

18. Analis Jabatan

19. Penyelenggara Keselamatan Kerja Pegawai

Sekjen Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muchtar Luthfie mengatakan, dalam rangka pengendalian jumlah tenaga kerja asing, setidaknya pemerintah telah mengkaji keberadaan mereka, khususnya dari asas manfaat. Yakni, apakah penggunaan tenaga kerja asing mendorong pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal atau tidak.

Selain itu, aspek legalitas dan kebutuhan juga menjadi pertimbangan utama bagi keberadaan pekerja dari luar negeri. “Kalau tenaga kerja asing itu diajukan, maka kami akan lihat seberapa banyak tenaga kerja lokal yang dimasukkan. Kalau tenaga lokal kecil, kami akan menolak,” ujar Muchtar.

Pertimbangan lain menyangkut pengembangan SDM. Apakah masuknya tenaga kerja asing akan memberikan kemajuan bagi pengembangan kualitas SDM lokal atau tidak.  Baik itu menyangkut alih keterampilan maupun alih teknologi.

Berdasarkan data Kementerian Tenaga Kerja, pada 2011 terdapat 77.300 tenaga kerja asing. Pekerja asing sebagian besar dari China (16.149 orang), Jepang (10.927), Korea Selatan(6.520), India (4.991), Malaysia (4.957), Amerika Serikat (4.425), Thailand (3.868), Australia (3.828), dan Filipina (3.820). Sedangkan sisanya dari berbagai negara lain.

Sedangkan dari sisi keahlian atau jabatan, sebagian besar tenaga kerja asing itu merupakan profesional (34.763 orang), konsultan (12.761 orang), manajer (12.505 orang), direksi (6.511), teknisi (5.276 orang). Sedangkan sisanya terdiri, supervisor (4.746) dan komisaris (738 orang). (umi) 

sumber:www.vivanews.com   

 

 
Berita Artikel Lainnya
. UMP Rp1.350.000
. Popularitas Turun, Pemerintah Manfaatkan Isu Upah Buruh?
. Apindo Minta Pemerintah Tidak Naikkan Upah Buruh
.  KSPSI Sumbar Berharap Ada Kenaikan UMP 2013
. UMP Sumbar Diusulan KSPSI Rp1,6 Juta
. MK: Tak Digaji 3 Bulan, Buruh Bisa Minta PHK
. MK: Buruh Berhak Memohon PHK
. Putusan MK Soal Outsourcing Timbulkan Polemik
. Kontraktor Listrik

Fatal error: Cannot redeclare themeplugin() (previously declared in /home/apindo/public_html/themes/apindo/theme.php:7) in /home/apindo/public_html/themes/apindo/theme.php on line 46