Login
Username:

Password:

  Registrasi?

Sumbar Gunakan Pupuk Organik

Oleh fosil73
Senin, 21 Februari 2011 16:53:58 Klik: 717 Cetak: 475 Kirim-kirim Print version download versi msword

Kesadaran petani menggunakan pupuk organik di Sumatera Barat hingga saat ini masih kurang meski saat ini mendapatkan pupuk an organik atau pupuk berkimia susah dan harganya juga begitu mahal. �Petani Sumbar yang menggunakan pupuk organik sekarang ini hanya sekitar 20 persen saja dari seluruh petani yang ada,� kata ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Himpinan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sumbar, Feri Alius, kepada Haluan, Minggu ( 20/2). Diakui Feri, mengubah kebiasaan petani menggunakan pupuk kimia ke pupuk organik tidaklah mudah. Prosesnya membutuhkan waktu bertahun-tahun. Meski pemerintah di tiap daerah telah serak suaranya menyorak-nyorakkan supaya petani menggunakan pupuk organik, namun pupuk kimia tetap dicari meski mendapatkan membutuhkan biaya yang mahal. Susahnya mengubah kebiasaan petani dari menggunakan pupuk kimia ke organik sekarang, sama dengan susahnya mengubah kebiasaan petani dari menggunakan pupuk organik ke pupuk kimia pada zaman dulu. �Kalau dulu petani malas menggunakan pupuk kimia, kenyataannya sekarang malah terbalik. Petani malas menggunakan pupuk organik,� ujarnya. Padahal jika dihitung-hitung, dengan menggunakan pupuk organik, biaya operasional sawah dan ladang akan lebih irit. Meski hasil yang didapat saat panen tidak semaksimal ketika menggunakan pupuk kimia, namun setelah dikeluarkan seluruh biaya, untung yang didapat petani lebih besar dari pada petani yang menggunakan pupuk kimia. Selain itu, menggunakan pupuk yang mengandung zat kimia dapat membuat tanah di sawah mau pun di ladang menjadi ketergantungan. Jika tidak diberi pupuk kimia secara terus menerus, tanaman apa pun yang akan ditanam tidak akan membuahkan hasil yang bagus. Menggunakan pupuk kimia juga sama artinya dengan mengusir belut dari sawah. Sawah yang menggunakan pupuk kimia pasti tidak ada belutnya. Kalau pun ada jumlahnya tidak akan banyak. Tapi, jika petani menggunakan pupuk organik, sawah itu pasti banyak didatangi belut dan dapat menambah penghasilan bagi petani. Apa lagi sekarang harga belut melambung bahkan mencapai Rp50 ribu per kilogram. Selain belut, sawah yang biasa menggunakan pupuk organit tidak bisa diisi ikan. Kalau pun ikan itu tetap hidup, namun hidupnya tidak sehat dan lama besarnya. �Dari itu HKTI akan terus mengkampanyekan atau menyoalisasikan kepada petani agar segera beralih ke pupuk organik karena pupuk kimia seskarang tidak lagi menyehatkan dan tidak lagi menguntungkan,� katanya mengakhiri. Sumber :http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1758:hanya-20-persen-petani-sumbar-gunakan-pupuk-organik-&catid=5:ekbis&Itemid=77

 
Berita Berita Daerah Lainnya
. Segera Rancang Perda Investasi, Rusdi: Upaya Mendongkrak Ekonomi

Fatal error: Cannot redeclare themearticle() (previously declared in /home/apindo/public_html/themes/apindo/theme.php:234) in /home/apindo/public_html/themes/apindo/theme.php on line 234