Login
Username:

Password:

  Registrasi?

BBM Bersubsidi Mulai Langka di Daerah Ini

Oleh dewi
Kamis, 08 Nopember 2012 11:55:47 Klik: 1883 Cetak: 280 Kirim-kirim Print version download versi msword

 VIVAnews - Buntut unjuk rasa yang berujung kericuhan di Terminal Bahan Bakar Minyak Pertamina Bungus dua hari lalu, membuat keberadaan Premium mulai langka di Padang, Sumatera Barat.

Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum, memajang tanda bahwa BBM bersubsidi tersebut habis atau langka. "BBM habis, karena pasokan terganggu dua hari belakangan ini," kata salah seorang petugas di SPBU Gunung Pangilun, Jalan Gajah Mada, Padang.

Hal serupa juga dijumpai di SPBU milik Pertamina lainnya di Mata Air. Antrean panjang pengendara terlihat di lokasi tersebut, yang menunggu pasokan BBM. Namun, di SPBU Pertamina ini, pasokan Pertamax dan Solar masih memadai.

Menurut Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Sumbar, Rinto Wijaya, kelangkaan BBM tersebut merupakan buntut dari terhentinya pasokan dari Terminal Bahan Bakar Minyak Bungus.

"Ini buntut dari kebijakan sistem sidik jari bagi para awak pengangkut BBM oleh Pertamina. Wajarlah, kebijakan baru pasti ada pro dan kontra," ujar Rinto kepada VIVAnews.

Menurut Rinto, pihaknya sebagai rekanan pengadaan mobil tangki tidak keberatan dengan aturan baru tersebut. "Kami dukung, tetapi persoalannya kan ada di awak di lapangan," kata dia.

Menurut Pertamina Medang, terhitung sejak 5 November 2012, perusahaan menerapkan sistem baru distribusi BBM ke konsumen. Sistem baru tersebut, berupa implementasi loading order non fisik berupa sistem pengaturan mobil tangki dan sopir sesuai yang terdaftar secara resmi .

Upaya itu untuk menjamin BBM yang dikirim ke tujuan SPBU sesuai dengan mutu dan jumlah serta diangkut langsung oleh sopir yang terdaftar resmi di Pertamina. Sistem ini, menurut Pertamina, terbilang sukses diterapkan di sejumlah daerah seperti Surabaya dan Makassar, serta kota-kota besar lainnya.

Assistant Manager External Relation Pertamina Sumbagut, Fitri Erika, dalam pesan singkatnya mengaku bahwa TBBM Pertamina Teluk Kabung, semalam kembali beroperasi setelah sempat berhenti sekitar 30 jam.

"Setelah pertemuan dengan para pengunjuk rasa, malamnya sudah mulai beroperasi kembali," kata dia.

Seperti diketahui, sekitar 123 unit mobil tangki BBM setiap harinya beroperasi menyuplai bensin dan solar ke 101 SPBU di Sumbar. Konsumsi bensin dan solar di Sumbar, setiap harinya masing-masing mencapai 2.000 kilo liter.

Unjuk rasa di depot BBM Bungus memang sempat ricuh dan berujung perusakan fasilitas, dipicu dengan kebijakan baru. Para sopir tangki "tembak" kecewa dengan pengetatan sistem angkut di TBBM Bungus, sehingga armada angkut tak beroperasi.

Sejumlah kaca kantor TBBM Bungus pecah terkena lemparan batu. Suplai BBM Sumbar sempat dialihkan ke Riau dan sejumlah daerah terdekat usai kericuhan. (art)

 
Berita Business Lainnya
. Soal Investasi, Sumbar Nomor Dua Pincit
. Apindo: Produk Made in China Masih Mendominasi
. Jokowi-JK Ngumpul Bareng Sofjan Wanandi Dkk
. APINDO Sosialisasikan CEPA Indonesia-Uni Eropa kepada Asosiasi Industri
. Pilkada Payakumbuh Gunakan Tinta dari Gambir
. Nila Ikan Dunia !!
. Merak Antri, Pengusaha Rugi
. Tenaga kerja asing dilindungi
. Peluang Usaha Dagang Rumahan
. Semangat Kewartawanan Seorang Usahawan

Fatal error: Cannot redeclare themeplugin() (previously declared in /home/apindo/public_html/themes/apindo/theme.php:7) in /home/apindo/public_html/themes/apindo/theme.php on line 46