Login
Username:

Password:

  Registrasi?

Merak Antri, Pengusaha Rugi

Oleh fosil73
Selasa, 22 Maret 2011 12:16:36 Klik: 851 Cetak: 280 Kirim-kirim Print version download versi msword
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumatera Barat mengeluhkan terlambatnya pasokan barang dari Jawa ke Sumbar yang menyebabkan  penurunan produksi dan menggerus tingkat keuntungan pengusaha karena masalah antrean Merak.

Pengurus Apindo Sumbar Yusni Elma yang juga pengusaha air minum Aiga pada media lokal Haluan di Padang, Senin ( 7/3) menyatakan hingga saat ini pasokan bahan baku untuk produksi usahanya yang didatangkan dari Jawa tersendat-sendat karena antrean Merak.

“Biasanya bahan baku produk­si pesanan kita datang setiap tiga hari sekali. Namun karena antrean Merak datangnya terlambat terus, saat ini setiap 10 hari lagi baru datang,” ujar Yusni.

Dikatakan Yusni, terlambatnya pasokan bahan baku untuk pro­duksi usahanya telah membuat penurunan produksi hingga 50 persen sehingga menggerus keun­tungannya setengahnya dari biasa.

“Biasanya kita bisa produksi dua shift sebanyak 5000 karton. Namun karena masalah antrean Merak, bahan baku yang kita punya hanya bisa untuk satu shift produksi atau sekitar 2.500 karton saja sehingga otomatis keuntungan kita kurang setengah dari biasa,” terangnya.

Ditambahkan Yusni, bahan baku yang didatangkan dari Jawa diantaranya adalah tutup plastic yang biasanya sekali pengiriman bisa 50 rol, lalu sedotan 5-10 Juta pieces, karton sebanyak 30 ribu pieces dan 1000 galon.

Yusni meminta pemerintah untuk cepat mendapatkan solusi terkait masalah ini agar pe­ngusaha bisa kembali berproduksi normal.

Sementara itu, antrean merak juga menyebabkan dalam bebera­pa minggu terakhir ini minyak goreng ( migor) dalam kemasan juga langka di pasaran.

Salah satu distibutor di bandar Damar menjelaskan, kelangkaan minyak berkaitan dengan keter­lambatan barang masuk ke Kota Padang karena ekspedisi masih tersendat di merak.

Kebanyakan minyak yang didistribusikan adalah minyak kemasan. “jikapun ada minyak kemasan harganya selangit” ujar Iwan salah satu sales minyak kemasan pada media lokal Haluan (7/3)

Di Pasar Raya Padangpun minyak kemasan langka ditemu­kan. Bahkan beberapa toko sembako di kawasan inpres dua mengaku tidak menjual minyak kemasan. S

alah satunya adalah Oyong Samudra, pedagang ini mengaku tidak bisa memenuhi permintaan pelanggannya karena ketidak tersediaan minyak kemasan.

Sementara itu satu-satunya toko yang masih bisa menjual minyak kemasan di pasar Inpres ini, Yadi mengaku menjual minyak kema­san dengan harga tinggi.

Biasanya minyak kemasan 2 liter dijualnya dengan harga Rp22 ribu kini dijualnya dengan harga Rp27 ribu per kg. “itu masih seminggu yang lalu, mbak! Kalau sekarang bener-benar kosong,” ujarnya.

Maria, salah satu pedagang sembako di kawasan siteba padang mengaku biasanya dia bisa men­jual 2 karton minyak kemasan dalam sehari. Namun sejak kelang­kaan terjadi, ia mengaku kehi­langan omset hingga 25 persen perharinya.

Untuk mengatasi hal ini, kadang Maria, melakukan sistem tembak. Membeli dari toko lain dan menjualnya kembali di tokonya guna memenuhi per­mintaan pelanggan.

“Bali di swalayan beko dijualo baliak. Baliak modal se dak ba a asal pelanggan dak putuih,” akunya.

 

Sumber : http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=2247:apindo-antrean-merak-rugikan-pengusaha&catid=5:ekbis&Itemid=77 />

 
Berita Business Lainnya
. Soal Investasi, Sumbar Nomor Dua Pincit
. Apindo: Produk Made in China Masih Mendominasi
. Jokowi-JK Ngumpul Bareng Sofjan Wanandi Dkk
. BBM Bersubsidi Mulai Langka di Daerah Ini
. APINDO Sosialisasikan CEPA Indonesia-Uni Eropa kepada Asosiasi Industri
. Pilkada Payakumbuh Gunakan Tinta dari Gambir
. Nila Ikan Dunia !!
. Tenaga kerja asing dilindungi
. Peluang Usaha Dagang Rumahan
. Semangat Kewartawanan Seorang Usahawan

Fatal error: Cannot redeclare themeplugin() (previously declared in /home/apindo/public_html/themes/apindo/theme.php:7) in /home/apindo/public_html/themes/apindo/theme.php on line 46